Pihak perusahaan melakukan pemadaman dan penyemprotan chemical fire suppressant.

Pihak perusahaan melakukan pemadaman dan penyemprotan chemical fire suppressant.

BAYUNG LENCIR, ISBALE — PT Marga Bara Jaya (MBJ) menegaskan komitmennya terhadap pengelolaan lingkungan menyusul munculnya asap tebal dari tumpukan batubara di area stockpile perusahaan di Kelurahan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin.

Setelah sebelumnya dikeluhkan warga setempat. Asap yang ternyata diketahui berasal dari proses self combustion atau swabakar pada material batubara itu sendiri. 

Dikonfirmasi mengenai hal itu, Pihak perusahaan menyatakan kondisi tersebut memang sudah menjadi perhatian perusahaan karena berpotensi menimbulkan dampak terhadap lingkungan di sekitar area operasional.

Humas PT MBJ, Alex Bustamam, mengatakan, perusahaan terus melakukan berbagai langkah mitigasi untuk mengendalikan potensi dampak lingkungan dari aktivitas operasional, termasuk penanganan terhadap material batubara yang mengalami self combustion.

"Pada intinya MBJ berkomitmen terhadap lingkungan dan akan selalu melakukan mitigasi dari segala aktivitas yang dilakukan untuk meminimalisir dampak lingkungan yang dihasilkan," ujar Alex.

Menurut dia, salah satu langkah yang dilakukan perusahaan adalah pemadaman pada titik-titik material yang mengalami peningkatan suhu atau terdapat bara. Proses tersebut dilakukan melalui penyemprotan chemical fire suppressant yang diaplikasikan langsung ke sumber panas.

"Beberapa mitigasi telah kita lakukan dalam pengendalian asap self combustion material kita, salah satunya dengan melakukan pemadaman dan penyemprotan chemical fire suppressant," katanya.

Alex menjelaskan, cairan tersebut diaplikasikan menggunakan pompa dan stick nozzle ke titik bara maupun area yang mengalami oksidasi di dalam tumpukan batubara. Penggunaan larutan tersebut ditujukan untuk membantu mengurangi paparan oksigen sekaligus mempercepat proses pendinginan material.

Selain penyemprotan, perusahaan juga melakukan proses pendinginan dan isolasi terhadap tumpukan batubara yang mengalami panas berlebih. Apabila titik panas berada di bagian dalam atau memiliki cakupan yang luas, dilakukan pengerukan secara selektif menggunakan alat berat.

"Jika titik api terlalu dalam atau luas, dilakukan pengerukan selektif untuk memisahkan batubara yang sudah terbakar dan membongkar tumpukan agar pendinginan dengan air atau cairan kimia lebih merata," jelas Alex.

Tak hanya melakukan penanganan terhadap material yang telah mengalami self combustion, MBJ juga menerapkan langkah-langkah pencegahan untuk mengurangi potensi terjadinya swabakar secara berkelanjutan.

Salah satunya dengan melakukan pengaturan terhadap ketinggian tumpukan stockpile. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi kemungkinan panas terperangkap di bagian tengah tumpukan.

Perusahaan juga melakukan pemadatan pada permukaan tumpukan, terutama pada sisi yang menghadap arah angin, guna mengurangi celah masuknya udara ke dalam material.

"Selain penanganan, kita juga melakukan upaya pencegahan, antara lain dengan mengatur tinggi tumpukan, melakukan pemadatan permukaan serta monitoring suhu secara berkala," ujar Alex.

Monitoring suhu, lanjut dia, menjadi bagian penting dalam upaya deteksi dini. Dengan pemantauan secara berkala, perusahaan dapat mengetahui adanya peningkatan temperatur pada tumpukan batubara sehingga tindakan pengendalian dapat segera dilakukan.

"Monitoring suhu dilakukan secara berkala pada tumpukan batubara untuk mendeteksi dini kenaikan suhu sebelum mencapai titik bakar," katanya.

Alex menegaskan, berbagai langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen MBJ dalam menjalankan aktivitas operasional dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan dan meminimalisir potensi dampak terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Perusahaan juga menyatakan akan terus melakukan pemantauan dan mitigasi terhadap kondisi stockpile sebagai bagian dari upaya menjaga pengelolaan lingkungan di area operasional PT Marga Jaya Bara.(lut)