345 Sorti Water Bombing Belum Cukup, Tim Darat Masih Berjibaku Jinakkan Karhutla Muara Medak
sibanyu, 05 Oct 2026
admin
Waterbombing padamkan api.
Muara Medak, Isbale — Operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Muara Medak, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, masih terus berlangsung. Meski dukungan pemadaman dari udara telah mencapai 345 sorti water bombing, tim di darat masih berjibaku mengendalikan api dan mencegah penjalaran ke wilayah lain.
Operasi udara menggunakan tiga helikopter, yakni PK-KII jenis Kamov, PK-ODC jenis B3 dan Mi-171. Water bombing telah dilakukan sejak 27 September 2026 hingga Minggu (4/10/2026).
Namun, pemadaman dari udara tetap harus diikuti penanganan dari darat. Tim gabungan masih melakukan pemadaman, pembasahan, pengendalian penjalaran api, serta pemantauan di sejumlah titik prioritas.
Operasi penanganan pada lokasi tersebut telah berlangsung sejak 15 September 2026. Sebanyak 353 personel gabungan dikerahkan untuk mendukung penanganan karhutla.
Personel berasal dari Regu Pemadam Kebakaran (RPK), Tim Reaksi Cepat (TRC), Kelompok Masyarakat Peduli Api (KMPA), TNI, Polri, Manggala Agni, KPH Lalan Mendis, PT Rimba Hutani Mas (RHM), perusahaan pendukung, serta masyarakat.
Kepala KPH Lalan Mendis Amiril mengatakan, kondisi kebakaran yang dinamis membuat penanganan tidak bisa hanya mengandalkan satu metode pemadaman.
“Penanganan kebakaran seperti di Muara Medak membutuhkan sinergi berbagai pihak. Dukungan personel, peralatan, pemadaman dari darat maupun udara, serta upaya pencegahan penjalaran api perlu dilakukan secara bersama-sama agar kebakaran dapat dikendalikan dan tidak meluas,” kata Amiril.
Sekat Bakar Dibangun 10 Kilometer
Selain memadamkan titik api, tim gabungan juga berupaya memutus jalur penjalaran kebakaran. Sekitar 10 kilometer sekat bakar telah dibangun dengan lebar hingga 50 meter.
Sekat tersebut terus dibasahi untuk menjaga kelembapan dan mengurangi risiko api menyeberang. Pembasahan juga dilakukan menggunakan sambuponti.
Operasi darat diperkuat dengan enam pompa jinjing, 11 pompa sedang, tujuh pompa induk dan dua pompa apung. Tim juga menggunakan 210 rol selang berukuran 1,5 inci, 110 rol selang 2,5 inci serta 20 Jet Shooter.
Dukungan alat berat turut dikerahkan untuk membuka akses menuju lokasi dan memperkuat sekat bakar. Total terdapat 57 ekskavator yang terdiri atas tujuh unit bucket dan 50 unit grapple atau capit, serta satu motor grader.
Kepala Daerah Operasi (Kadaops) Manggala Agni XV/Muba Deni Candra Gumelar mengatakan, penanganan karhutla di Muara Medak telah dilakukan bersama berbagai unsur sejak kejadian mulai muncul pada Juli lalu.
“Kita semua pihak sudah bekerja keras dalam upaya penanggulangan karhutla di Muara Medak sejak mulai ada kejadian karhutla di bulan Juli,” ujar Deni.
Cegah Api Kembali Muncul
Di tengah operasi pemadaman, pencegahan munculnya titik api baru juga menjadi perhatian. Komandan Kodim 0401/Musi Banyuasin Letkol Inf. Dimas Kurniawan meminta seluruh pihak ikut menjaga agar tidak terjadi pembakaran yang dapat memicu karhutla baru.
“Mari kita jaga bahu membahu untuk memadamkan api dan jaga jangan ada oknum yang masih membakar, sehingga tidak ada asap yang dapat mengganggu semua orang hasil dari perbuatan orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” kata Dimas.
Hingga Minggu sore, sumber awal kebakaran masih dalam proses penelusuran. Berdasarkan pemantauan awal, salah satu area yang terdeteksi mengalami kebakaran tercatat sekitar 0,5 hektare.
Sementara itu, sekitar 5.800 hektare merupakan cakupan wilayah operasi yang meliputi pemantauan, pemadaman, pengendalian, pembangunan sekat bakar, serta upaya mencegah penjalaran api.
Luasan 5.800 hektare tersebut bukan merupakan luas area yang terbakar dan masih terus dimutakhirkan berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan.
Tim gabungan masih melanjutkan pemadaman dan pengendalian pada titik-titik prioritas. Operasi darat dan udara terus disinergikan untuk menekan api sekaligus mencegah kebakaran kembali muncul dan meluas ke wilayah lainnya.(lut)
0 Komentar