Grafik kasus ISPA di Kecamatan Bayung Lencir tercatat di Puskesmas Bayung Lencir. Grafik Desain : ISBALE

Grafik kasus ISPA di Kecamatan Bayung Lencir tercatat di Puskesmas Bayung Lencir. Grafik Desain : ISBALE

BAYUNG LENCIR, ISBALE– Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayah Kecamatan Bayung Lencir mencatatkan angka yang begitu tinggi sepanjang periode Januari hingga Agustus. Berdasarkan data pelayanan kesehatan terkini, total kasus ISPA yang terdata telah mencapai 1.645 pasien.

Dari akumulasi data tersebut, kelompok usia dewasa menjadi penyumbang kasus tertinggi dengan jumlah mencapai 1.063 pasien. Kelompok balita berada di posisi kedua dengan total 263 kasus, disusul kelompok anak sebanyak 164 kasus, remaja 110 kasus, serta lansia sebanyak 45 kasus.

Grafik tren bulanan menunjukkan lonjakan tajam terjadi pada bulan Agustus, di mana jumlah pasien ISPA melonjak drastis hingga menyentuh angka 353 kasus dalam satu bulan.

Kepala Puskesmas Bayung Lencir, Yusrizal, SKM., M.KM., mengungkapkan bahwa penurunan kualitas udara menjadi salah satu faktor utama meningkatnya persebaran penyakit saluran pernapasan tersebut di tengah masyarakat.

"Tingginya angka ISPA salah satunya disebabkan oleh kualitas udara yang buruk. Oleh karena itu, kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya warga Kecamatan Bayung Lencir, untuk selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah," ujar Yusrizal di wawancarai eksklusif media ini.

Selain penggunaan alat pelindung diri seperti masker, pihak Puskesmas juga menekankan pentingnya langkah-langkah pencegahan mandiri dari lingkungan keluarga.

"Masyarakat juga diharapkan untuk selalu meningkatkan kebersihan diri masing-masing serta menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan yang bergizi," pungkasnya.(lut)