Dapur Syifa’ SPPG Bayung Lencir 2 : Saat Warga Jadi Penggerak Pemenuhan Gizi Anak Sekolah
sibanyu, 31 Oct 2025
admin
para tamu undangan diajak meninjau dapur yang kini menjadi pusat kegiatan warga.
Bayung Lencir, Musi Banyuasin – Bagi warga Bayung Lencir, pemenuhan gizi anak-anak sekolah bukan sekadar program pemerintah, tetapi gerakan sosial yang tumbuh dari semangat gotong royong. Hal itu tampak jelas saat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bayung Lencir 2 resmi diluncurkan di Dapur Syifa’, RT 15, Kelurahan Bayung Lencir, Jumat (31/10/2025).
Dibina oleh Yayasan Asyifa’ Muba, dapur ini menjadi bukti nyata bahwa pemberdayaan warga lokal bisa berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas gizi generasi muda. Di balik aroma masakan yang mengepul dari dapur sederhana itu, ada tangan-tangan warga Bayung Lencir yang dengan sukarela mengabdikan diri sebagai relawan.
Kepala Yayasan Asyifa’ Muba, M. Teguh Fajeri, menuturkan bahwa 80 persen relawan dan seluruh pemasok bahan pangan berasal dari masyarakat setempat.
“Kami ingin program ini tidak hanya memberi makan bergizi, tetapi juga membuka kesempatan bagi warga untuk berpartisipasi langsung. Bahkan pemasok dari luar tetap harus berkoordinasi dengan warga Bayung Lencir,” ujarnya.
Lebih dari sekadar membantu, Teguh berharap keterlibatan warga bisa menumbuhkan rasa memiliki dan cinta terhadap anak-anak penerima manfaat yang juga berasal dari lingkungan mereka sendiri.
“Kami ingin para relawan bekerja dengan hati. Ini bukan hanya soal makanan, tetapi tentang masa depan anak-anak Bayung Lencir,” katanya.
Dukungan juga datang dari pemerintah setempat. Camat Bayung Lencir, M. Imron, melalui Kasi Kesejahteraan Sosial Hendro, menyampaikan apresiasi atas semangat masyarakat yang turut menjaga keberlangsungan program tersebut.
“Kami berharap SPPG Bayung Lencir 2 menjadi contoh sinergi antara pemerintah, yayasan, dan masyarakat. Semoga semua pihak dapat terus berkontribusi sehingga program ini berjalan lancar dan bermanfaat luas,” tuturnya.
Usai seremoni pemotongan pita, para tamu undangan diajak meninjau dapur yang kini menjadi pusat kegiatan warga. Mulai dari ruang sampel makanan, loker relawan, hingga area penyiapan hidangan bergizi—semuanya dikelola dengan rapi oleh warga sendiri.
SPPG Bayung Lencir 2 kini bukan hanya tempat memasak, tetapi juga simbol kolaborasi dan kepedulian warga terhadap masa depan anak-anak mereka. Sebuah bukti bahwa perubahan besar bisa lahir dari dapur kecil di sudut Bayung Lencir.(rna)
0 Komentar