Ilustrasi masyarakat minta Pemerintah tindak PT HBM atas dugaan kebakaran di wilayah kosesi perusahaan.

Ilustrasi masyarakat minta Pemerintah tindak PT HBM atas dugaan kebakaran di wilayah kosesi perusahaan.

MUARA MEDAK, ISBALE - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Muara Medak dan Muara Merang dilaporkan makin meluas termasuk dugaan kebakaran hutan di wilayah konsesi PT Hutani Berkah Mulia (HBM), yang berada di kawasan Desa Muara Medak dan Desa Merang, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

Kondisi tersebut disebut juga turut berdampak terhadap kebun-kebun milik masyarakat yang berada di sekitar dan berbatasan langsung dengan areal konsesi perusahaan. Masyarakat Desa Muara Medak yang meminta namanya dirahasiakan mengatakan bahwa masyarakat meminta pemerintah turun tangan untuk memastikan penanganan kebakaran serta tanggung jawab terhadap dampak yang dialami masyarakat.

Ia mengatakan, dugaan kebakaran yang terjadi di areal konsesi PT HBM telah meluas dan menurut informasi yang diterimanya, ribuan hektare kebun masyarakat di dua desa ikut terdampak.

“Ini harus kito dorong pemerintah agar PT Hutani Berkah Mulia atau PT HBM dapat bertanggung jawab atas kebakaran ini. Kebun-kebun masyarakat yang berbatasan langsung dengan areal konsesi juga terdampak, bahkan ribuan hektare kebun masyarakat ikut terbakar,” katanya sembari menunjukan adanya sekat kanal yang dibuat tidak layak, Senin (5/10/2026) melalui pesan whatsapp. 

Menurut dia, masyarakat berharap pemerintah segera melakukan penanganan dan memastikan adanya kejelasan mengenai dampak kebakaran terhadap lahan milik warga.

Ia juga mengeluhkan kemampuan penanganan kebakaran di dalam areal konsesi perusahaan. Ia menyebut PT HBM memiliki areal konsesi sekitar 13.000 hektare, namun menurut informasi yang diperolehnya, hanya terdapat sekitar 15 karyawan yang bertugas melakukan pemadaman dengan dukungan dua mesin pemadam.

“Kami melihat penanganannya belum meyakinkan untuk bisa mengatasi kebakaran yang meluas. Dengan luasan konsesi sekitar 13.000 hektare, informasi yang kami dapat hanya ada 15 orang petugas pemadam dan dua mesin pemadam,” ujarnya.

Ia menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah, mengingat kebakaran tidak hanya berdampak pada areal konsesi, tetapi juga merembet ke lahan dan kebun masyarakat.

Warga Minta Perusahaan Turun Tangan

Selain meminta pemerintah melakukan pengawasan, masyarakat juga berharap perusahaan ikut membantu melakukan pemadaman ketika api menjalar ke kebun-kebun warga.

Dirinya mengungkapkan kekecewaannya karena, menurut pengakuan masyarakat, belum terlihat keterlibatan perusahaan dalam membantu menangani kebakaran di kebun warga yang terdampak.

“Jangan hanya datang untuk menenangkan warga. Kami berharap perusahaan juga membantu memadamkan kebakaran di kebun-kebun masyarakat yang terdampak,” katanya.

Ia menegaskan, persoalan tersebut perlu segera mendapatkan perhatian karena masyarakat khawatir kerugian yang mereka alami semakin besar apabila kebakaran terus meluas.

Masyarakat, lanjutnya, berharap pemerintah daerah maupun instansi terkait segera turun ke lapangan untuk memastikan kondisi terkini, menghitung luasan lahan yang terbakar, serta menelusuri dampak kebakaran terhadap kebun milik warga.

“Yang kami minta adalah pemerintah hadir dan melihat langsung kondisi di lapangan. Kalau memang ada kebun masyarakat yang terbakar akibat meluasnya kebakaran, tentu harus ada kejelasan mengenai penanganan dan tanggung jawabnya,” ujarnya.

Hingga berita ini disusun, pernyataan mengenai luasan pasti lahan yang terbakar, penyebab kebakaran, serta tanggung jawab pihak tertentu masih memerlukan verifikasi dan keterangan dari instansi berwenang maupun pihak PT Hutani Berka Mulia.