Ketua DPRD Muba Junaidi Gumay bersama Forkopimcam Bayung Lencir tinjau Sungai Sarim yang dikeluhkan warga karena sering tersumbat hingga menyebabkan banjir.

Ketua DPRD Muba Junaidi Gumay bersama Forkopimcam Bayung Lencir tinjau Sungai Sarim yang dikeluhkan warga karena sering tersumbat hingga menyebabkan banjir.

Bayung Lencir, ISBALE - Masalah banjir yang melanda sejumlah titik di Kelurahan Bayung Lencir, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, menjadi perhatian serius berbagai pihak, termasuk DPRD Kabupaten Muba. 

Banjir yang terjadi Jumat, 6 Juni 2025, dipicu oleh buruknya sistem drainase di kawasan padat penduduk, terutama di sepanjang Jalan Lintas Timur Palembang–Jambi KM 205. Genangan air di beberapa titik tersebut kerap berulang setiap kali hujan turun dengan intensitas tinggi.

Salah satu lokasi yang menjadi sorotan adalah parit utama yang memanjang dari depan SDN 1 Bayung Lencir hingga ke Sungai Sarim, yang menjadi saluran utama pengalir air ke Sungai Lalan. Parit tersebut diduga menjadi titik rawan karena tersumbat dan tidak mampu menampung debit air saat hujan deras.

Seperti yang diungkapkan Pipin (42), salah satu warga RT di Kelurahan Bayung Lencir, yang mengaku rumahnya hampir selalu tergenang bila terjadi hujan. Ia berharap pemerintah segera memperbesar dan memperbaiki saluran utama tersebut agar air bisa mengalir dengan lancar.

“Penyebab utamanya di parit di jalan lintas. Air tidak bisa cepat ke sungai karena jalurnya sempit dan sering mampet. Kami butuh solusi nyata, bukan cuma pembersihan sesekali,” keluhnya saat berbincang dengan rombongan pejabat yang hadir.

Menanggapi keluhan masyarakat yang beberapa hari terakhir ramai dibicarakan, bahkan viral di media sosial, Ketua DPRD Muba, Afitni Junaidi Gumay, turun langsung meninjau lokasi terdampak bersama Camat Bayung Lencir, M Imron, serta unsur Forkopimcam, TNI, Polri, dan BPBD, Minggu (8/6/2025) siang

“Kami menerima banyak laporan dan keluhan dari masyarakat terkait banjir yang disebabkan oleh saluran air yang tidak memadai. Karena itu, kami datang langsung ke lokasi untuk melihat kondisi sebenarnya di lapangan,” ujar Junaidi Gumay.

Ketua DPRD Muba menegaskan pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan dinas teknis terkait serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk mencari solusi jangka menengah dan panjang. 

"Kami akan mendorong agar dinas PUPR, DLH, dan instansi terkait lainnya segera menyusun langkah konkret. Termasuk mendesak BBWS agar mengkaji ulang sistem saluran di wilayah ini. Bila perlu dilakukan pembangunan ulang drainase utama,” tegas Junaidi Gumay.

Ia juga menambahkan bahwa DPRD akan mengawal proses tersebut hingga tuntas, termasuk penganggaran dalam APBD, jika diperlukan.

"Kita juga masyarakat dapat turut mengedukasi tentang menjaga kebersihan saluran air juga menjadi hal penting yang tidak boleh diabaikan," jelasnya.

Sementara itu, Camat Bayung Lencir, M Imron, menyambut baik atensi langsung dari pimpinan DPRD terhadap masalah di wilayahnya," upaya perbaikan drainase menjadi kebutuhan mendesak dan menjadi prioritas utama pemerintah kecamatan dalam usulan kegiatan tahun mendatang," ungkapnya.(lut)