Plh KUPT DLH Akui Truk Sampah Hanya Lewat: Kondisi Hujan, Anggota Hanya 3 Orang
sibanyu, 20 Mar 2026
admin
Petugas sedang mengambil sampah di titik yang dikeluhkan warga sebelumnya.
Bayung Lencir - Pelaksana Harian Kepala UPT Dinas Lingkungan Hidup Bayung Lencir, Heri Ferdiansyah Putra mengakui adanya truk sampah DLH yang tidak mengambil sampah pada saat direkam oleh warga dalam video pada berita sebelumnya di media ini.
Dikatakannya melalui pesan whatsapp, Jumat (20/3/2026), saat itu kondisi sedang hujan. Jadi dirinya memang sengaja memberikan instruksi kepada petugas pengambil sampah untuk istirahat demi menjaga kesehatan.
"Mereka (warga) bayar, sesuai apa yang disampaikan. Bukan ingin membela diri, kondisi dihari video dibuat itu hujan pagi. Jadi mereka (petugas) memang tidak saya suruh untuk pengangkutan. Itupun karena kondisi petugas yang sudah 18 hari bekerja tanpa istirahat dan hanya bertiga," terangnya.
Heri juga menegaskan sebelum hujan petugas mengambil sampah, dan hari ini, Jumat (20/3/2026) petugas kembali melakukan pengambilan sampah yang ada di depan rumah, serta rumah toko, baik sampah rumah tangga maupun sampah dagangan.
Ia mengakui keterbatasan sarana prasarana turut menjadi kendala, selain petugas yang kurang, kendala teknis turut menjadi momok permasalahan UPT DLH Bayung Lencir dalam memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.
"Kondisi UPT DLH Kecamatan Bayung Lencir saat ini sedang kekurangan Personil. Jadi hanya 1 unit berisi hanya 3 orang yang mobile kelilingi Bayung Lencir. Kami saat ini sedang merintis, membenahi dan mengatur ulang manajemen yang amburadul di kepengurusan UPT terdahulu," jelasnya
"Kami juga sedang berusaha mengobati rasa sakit hati warga yang selama ini mungkin tidak terlayani dengan baik oleh oknum-oknum DLH sebelum kami dan rekan-rekan petugas tersebut bergabung di UPT DLH Kecamatan," tegasnya lagi sembari mengirimkan foto truk yang sedang terpater di lokasi TPA.
Kemudian, Heri juga menyebut adanya permasalahan yang bersumber dari masyarakat itu sendiri. Menurutnya permasalahan sampah di Bayung Lencir ini unik. 1 rumah belum tentu punya sampah 5 karung.
"Tapi 5 karung itu Ado, nah itu ulah oknum masyarakat yang sengaja nitip buang sampah di depan rumah orang lain," katanya.
Selain itu, adanya masyarakat yang tak mau membayar retribusi sampah juga turut mewarnai keunikan permasalahan sampah di Bayung Lencir ini. Heri menyebut bahwa yang tidak bayar ini maunya di tindak, tapi pihaknya terpaksa harus menerima kondisi yang saat ini akan lebaran.
"Untuk yang tidak membayar retribusi ini pengennya kami hukum sih, biarkan saja (sampahnya). Cuma kasihan sama yang punya rumah. Besok akan lebaran, depan rumahnya banyak sampah, nanti tidak ada orang mau bertamu. Untuk saat ini biarlah kami yg bertoleransi, kedepan semoga mereka sadar. Kami belajar melembutkan hati," katanya lagi.
Heri juga berharap kedepannya agar masyarakat turut peduli akan permasalahan sampah di kecamatan Bayung Lencir ini. Masalah sampah ini bukan hanya masalah yang harus diselesaikan oleh pemerintah saja. Tapi masyarakatnya harus ikut andil. Masyarakat juga harus lebih sadar diri.
"Terkait retribusi, itu bahan pengingat kami untuk bisa melayani masyarakat. Tapi kami juga mohon agar masyarakat paham, akan kondisi DLH saat ini. Kami sedang merintis, mengobati dan membenahi persoalan sampah saat ini," harapnya.
0 Komentar