Sampah yang kembali menumpuk di depan pasar Bayung Lencir atau sebelum jembatan Air Lalan, Kelurahan Bayung Lencir, Musi Banyuasin.

Sampah yang kembali menumpuk di depan pasar Bayung Lencir atau sebelum jembatan Air Lalan, Kelurahan Bayung Lencir, Musi Banyuasin.

Bayung Lencir IS BALE — Permasalahan sampah di Kecamatan Bayung Lencir masih sulit teratasi. Salah satunya terlihat di titik sebelum Jembatan Air Lalan, tepatnya di depan Pasar Bayung Lencir.

Pantauan wartawan IS BALE, Sabtu, 14 Februari 2025, tumpukan sampah kembali terlihat, mulai dari sampah sayuran, plastik, hingga limbah rumah tangga.

Padahal, sehari sebelumnya, lokasi ini telah dibersihkan oleh ratusan warga, pelajar, unsur TNI-Polri, serta pemerintah kecamatan. Bahkan, telah dipasang papan larangan membuang sampah, lengkap dengan berbagai tulisan imbauan dan kutipan Asmaul Husna yang bermakna “Maha Suci”.

Namun, upaya tersebut belum sepenuhnya membuahkan hasil. Sampah kembali menumpuk dalam waktu singkat.

Warga sekitar yang tak ingin disebutkan namanya dalam berita ini menyebut, bahwa sampah yang menumpuk tersebut selain berasal dari pasar, juga berasal dari pengendara yang entah darimana asalnya meletakkan sampah di lokasi tersebut. 

“Kalau aparat tidak tegas, ya begitu terus, ngulang lagi itu (sampah menumpuk). Cobalah dipasangi CCTV saja di lokasi itu, biar tahu siapa yang buang sampah di sana. Aku yakin dari pasar dan dari orang lain yang bawa motor atau mobil meletakkan sampah di sana,” harapnya.

Senada dengan warga lainnya, sampah yang sering menumpuk di jalan adalah akibat dari lambatnya pengambilan sampah. “Kalau bisa sehari sekali lah di ambil sampahnya. Kami juga bersedia bayar,” ujarnya. 

Kondisi sampah yang selalu menumpuk di jalan ini menimbulkan pertanyaan, apakah rendahnya kesadaran masyarakat menjadi penyebab utama, atau justru minimnya fasilitas tempat pembuangan sampah yang tersedia.(ltf)